Angger Worodjati, Anak Yogya Dibalik Suksesnya PSM Juara Liga 1


INSPIRASI –YOGYA, PSM Makassar sukses menjadi juara Liga 1 2022/2023 karena tampil begitu superior sepanjang musim. Berbagai faktor sukses ditampilkan tim berjuluk Juku Eja musim ini, baik fari pemain, manajemen dan tim pelatih.

Dibalik kesuksesan PSM menjadi juara, ternyata ada peran anak Yogya yang ada dalam jajaran tim. Adalah Angger Worodjati, seorang analis performance yang ikut merasakan menggenggam medali juara liga kasta tertinggi Indonesia itu.

Nama Angger Worodjati mungkin tak terlalu akrab di sebagian pecinta sepakbola DIY. Namun, di skema akar rumput kritis sepakbola, Angger cukup punya nama.

Ia tercatat sering ikut program Santai Bareng Rocker yang digagas founder komunitas Bawahskor Dimas Maulana, bersama bassist DOM 65, Adnan Kusuma. Ia kerap menganalisis peristiwa menarik dalam skena sepakbola lokal DIY di sela jeda musim bersama PSM. Tak hanya itu, Angger juga menjadi salah satu inisiator PSIMStats yang menjadi cikal bakal analis Laskar Mataram.

Kepada Krjogja.com, Angger menceritakan bahwa ia sudah dua musim bekerja sebagai analis di PSM. Pada musim perdana, bersama pelatih Milomir Seslija, Angger bahkan sempat merasakan berada di zona merah dan berjuang untuk bisa bertahan di kasta pertama liga.

“Jadi memang tidak selalu baik-baik saja, butuh kerja keras bersama tim. Awal saya datang pelatihnya Milo (Seslija). Musim pertama berjuang di zona degradasi,” ungkapnya, Senin (17/4/2023).

Di PSM, Angger bertugas sebagai opponent analisis, team analisis dan analisis individu. Tugas yang seharusnya dikerjakan tiga orang, berhasil dimaksimalkan sendiri oleh Angger.

“Yang paling pokok adalah opponent analisis, dua tugas lain dibantu asisten (pelatih), karena sebenarnya itu dikerjakan 3 orang, tidak bisa sendiri. Sedangkan saya di PSM sendiri,” sambungnya.

Tak hanya timnya, Angger selalu mengamati dengan serius setiap match yang dilakoni tim-tim calon lawan PSM. Lalu ia membuat analisa dan dibahas dalam meeting bersama jajaran pelatih Juku Eja.

“Jadi saya lihat 4 momen, defends, transisi, attack sama set pieces. Semua hal yang penting untuk disampaikan ke pelatih harus diberikan. Apa kelebihan, apa kelemahaan dan gimana cara explorenya. Saya sampaikan dan dibahas bersama dalam meeting,” ungkapnya lagi.

Pelatih Bernardo Tavares diakui Angger sangat detail tentang persiapan dibandingkan dua pelatih sebelumnya yang pernah bekerja bersama di PSM. Ia mengaku banyak belajar dari Tavares dan mengamini bahwa persiapan yang baik, menjadi salah satu alasan akhirnya PSM bisa meraih juara juga mengantarkan pelatih pelontos itu sebagai best coach Liga 1.

“Ini sangat luar biasa untuk saya bisa merasakan gelar juara bersama PSM. Mungkin dulu cita-citanya juara, jadi pemain. Tapi mungkin jalan Tuhan seperti ini, jadi bagian juara tapi sebagai analis,” sambung pemuda asli Gunungkidul ini.

Angger sendiri dahulu sempat bermain sepakbola di Persiba Bantul junior dan berlaga di Piala Soeratin pada 2008. Karena persoalan federasi yang memunculkan dualisme, akhirnya ia mengurungkan niat menjadi pesepakbola dan memilih kuliah.

Saat itu di Bantul kompetisi lokal jadi ikut vakum karena dualisme. Terus aku memutuskan untuk kuliah di komunikasi. Tapi ketemunya tetap sepakbola karena aku nulis bal-balan juga,” tandas pria yang kini ber-KTP Bantul ini.

Karier di dunia analis sendiri dimulai Angger saat membuat konten-konten statistik sejak QNB league 2015. Setelah itu ia membuat Psimstats bersama rekan-rekan suporter Laskar Mataram hingga akhirnya gagasan itu bisa diterapkan di klub.

“Saat itu kebetulan Mas Erwan, pelatih PSIM sangat terbuka. Jadi hal yang sebelumnya cuma jadi konten, bisa diterapkan di klub. Saya membantu Mas Erwan Hendarwanto pada 2016 hingga 2018 silam sampai beliau pindah,” tandasnya.

Saat ini, Angger sedang merayakan gelar juara bersama PSM. Ia pun masih memiliki mimpi untuk membantu Juku Eja meraih gelar lebih tinggi di kancah Asia. (***)

Referensi : https://www.krjogja.com/olahraga/read/502000/mengenal-angger-anak-yogya-dibalik-suksesnya-psm-juara-liga-1/page-3

Berita Terkait

Top