Judi Online Mengancam Stabilitas Sosial dan Profesi Vital di Indonesia


CATATAN KAKI —  Judi online kian menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Fenomena ini tak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga menjalar hingga ke lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dampak negatif dari judi online begitu luas dan merusak, mencakup aspek ekonomi, sosial, hingga integritas profesional.

Judi online sering kali menguras keuangan keluarga. Banyak keluarga yang kehilangan tabungan mereka yang seharusnya digunakan untuk pendidikan atau kebutuhan sehari-hari. Kasus-kasus seperti ini banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Ketergantungan pada judi online tidak hanya menghancurkan secara finansial, tetapi juga secara mental. Para psikolog mencatat peningkatan pasien yang mengalami stres berat, kecemasan, dan depresi akibat judi online.

Dalam upaya menutupi kerugian, beberapa orang nekat melakukan tindakan kriminal. Peningkatan kasus pencurian dan penipuan terkait dengan hutang judi online menjadi salah satu masalah yang kerap dilaporkan oleh kepolisian di berbagai wilayah.

Judi online juga menyebabkan isolasi sosial. Mereka yang kecanduan sering kali menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer atau ponsel, mengabaikan hubungan sosial dengan keluarga dan teman, yang kemudian menimbulkan kesenjangan sosial yang semakin lebar dalam komunitas.

Bahaya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

Maraknya kasus perjudian online di Indonesia, yang sering kali melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), mendorong Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan peringatan keras.

Tito Karnavian menegaskan bahwa ASN yang terlibat dalam judi online akan dikenai sanksi. Saat ini, pihaknya sedang menyusun peraturan terkait sanksi tersebut.

Dalam pernyataannya, Tito menyebutkan bahwa ia akan meminta Sekretariat Jenderal untuk bersama-sama membahas jenis sanksi yang sesuai dengan undang-undang demi memberikan efek jera.

Ia juga meminta agar berbagai lembaga dan kementerian lain yang terkait dengan ASN, seperti Kemenpan RB dan badan administrasi negara, turut serta dalam diskusi mengenai sanksi bagi ASN yang terlibat dalam judi online. Menurutnya, Kemenpan RB adalah instansi yang mengurus ASN di tingkat pusat.

Judi online tentu saja mereduksi produktivitas ASN. Beberapa instansi pemerintah melaporkan penurunan kinerja pegawai yang diduga terlibat dalam judi online, terlihat dari absensi yang meningkat dan kualitas pekerjaan yang menurun.

ASN yang terlilit hutang judi online berpotensi besar melakukan korupsi. Kasus-kasus korupsi yang terungkap belakangan ini banyak berkaitan dengan kebutuhan menutupi kerugian dari judi online, yang mencoreng reputasi instansi pemerintah.

Keterlibatan ASN dalam judi online mencoreng citra institusi pemerintahan. Hal ini mengurangi kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara dan memperburuk persepsi masyarakat tentang integritas pejabat publik.

Ancaman bagi TNI

Judi online bertentangan dengan nilai-nilai disiplin militer. Ketergantungan pada judi online merusak integritas prajurit dan mengganggu disiplin yang telah dibangun dengan susah payah.

Jenderal TNI Agus Subiyanto menyatakan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap prajurit yang melanggar aturan, termasuk pelanggaran yang sedang marak seperti judi online. Hal ini disampaikan setelah menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Rabu, 12 Juni 2024.

Sebagai contoh, ada seorang prajurit berpangkat Letnan Dua bernama Rasid yang terlibat dalam penggelapan uang kesatuan sebesar Rp876 juta untuk judi online. Prajurit TNI AD yang bertugas sebagai Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Perwira Keuangan Brigade Infanteri 3/Tri Budi Sakti tersebut terancam dipecat dari institusinya.

Ketergantungan pada judi online oleh anggota TNI dapat membahayakan keamanan nasional. Anggota yang terlilit hutang rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab, yang dapat mengancam stabilitas dan keamanan negara.

Ketergantungan pada judi online juga mengancam karier militer. Banyak kasus di mana prajurit kehilangan kesempatan promosi atau bahkan dipecat karena terlibat dalam judi online, yang tidak hanya merusak karier individu, tetapi juga kohesi unit.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Tidak Luput dari Bahaya

Judi online merusak integritas dan profesionalisme anggota Polri. Keterlibatan dalam judi online menurunkan efektivitas penegakan hukum dan mencoreng nama baik institusi kepolisian.

Anggota Polri yang terlibat dalam judi online sering kali tidak efektif dalam menegakkan hukum terhadap pelaku judi online lainnya. Konflik kepentingan yang timbul melemahkan upaya pemberantasan judi online di masyarakat.

Keterlibatan anggota Polri dalam judi online merusak citra kepolisian dan mengurangi kepercayaan masyarakat. Kepercayaan publik terhadap penegak hukum sangat penting, dan judi online bisa menghancurkannya, mengganggu hubungan antara masyarakat dan kepolisian.

Beberapa waktu terakhir ramai diberitakan mengenai kasus seorang anggota polisi wanita (polwan) Briptu FN yang nekat membakar suaminya hidup-hidup, Briptu RDW sampai meninggal dunia di Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), akibat sang suami terlibat judi online. Ini menunjukkan betapa judi online telah sangat mengancam kehidupan.

Langkah-langkah Pencegahan

Edukasi dan Sosialisasi. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya judi online melalui kampanye edukasi adalah langkah penting. Pemerintah bekerja sama dengan berbagai LSM untuk menyelenggarakan seminar dan workshop di berbagai daerah guna memberikan pemahaman mengenai dampak negatif judi online.

Regulasi dan Pengawasan. Memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap situs judi online, termasuk kerjasama internasional, menjadi prioritas. Pemblokiran ribuan situs judi online dalam setahun terakhir menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah ini.

Penegakan Hukum. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku judi online, termasuk pemberian sanksi yang berat, diharapkan bisa memberikan efek jera. Operasi pemberantasan judi online terus ditingkatkan untuk mengurangi aktivitas ilegal ini.

Dukungan Psikologis. Penyediaan layanan konseling dan rehabilitasi bagi mereka yang kecanduan judi online juga sangat penting. Beberapa pusat rehabilitasi telah dibuka untuk membantu para pecandu judi online mengatasi ketergantungan mereka.

Dengan upaya bersama dari berbagai pihak, diharapkan bahaya judi online dapat diminimalisir sehingga masyarakat, ASN, TNI, dan Polri dapat terhindar dari dampak negatif yang merusak ini. Sebuah langkah konkret yang tidak hanya menjaga kesejahteraan individu, tetapi juga stabilitas sosial dan profesional di Indonesia. (Redaksi)

Berita Terkait

Top