In Memoriam : Kepergian Tanri Abeng, Warisan Abadi Sang Manajer Satu Miliar


PROFIL TOKOH — JAKARTA,Dini hari yang hening di Jakarta, terselip kabar duka yang menggema di seluruh pelosok negeri. Tanri Abeng, sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam kabinet Presiden Soeharto, telah meninggalkan dunia ini. Kepergiannya menyisakan jejak panjang di panggung nasional yang takkan pernah terlupakan.

“Betul,” ucap Said Didu dengan nada berat ketika dihubungi pada Minggu, 23 Juni 2024. Seakan tak ingin memperpanjang kata-kata, kesedihan yang mendalam terlukis di setiap jeda kalimatnya. Said Didu pun meneruskan pesan singkat melalui WhatsApp yang mengabarkan berita duka tersebut, menandakan betapa cepatnya informasi ini harus sampai ke telinga setiap orang yang mengenang Tanri Abeng. Pada pukul 02.39 dini hari, di RS Medistra Jakarta, Tanri Abeng menghembuskan nafas terakhirnya. Rumah sakit itu, yang telah menyaksikan begitu banyak peristiwa penting, kini menjadi saksi bisu dari akhir perjalanan hidup seorang tokoh yang pernah mengguncang dunia korporasi dan pemerintahan Indonesia.

Jenazah Tanri Abeng akan disemayamkan di rumah duka yang terletak di Jalan Simpruk Golf XIII, Jakarta Selatan. Di sana, keluarga, sahabat, dan rekan-rekan seperjuangannya akan berkumpul, mengenang kembali setiap langkah yang pernah diambil oleh pria yang dijuluki sebagai “Manajer Satu Miliar” ini. Tanri Abeng, dengan visi dan kebijakan-kebijakannya, telah membentuk BUMN menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang kuat dan berdaya saing tinggi. Di era kepemimpinannya, Tanri Abeng tak hanya dikenal sebagai seorang menteri, namun juga sebagai mentor bagi banyak generasi penerus. Keberaniannya dalam mengambil keputusan, ketegasannya dalam menjalankan tugas, serta dedikasinya yang tiada henti, menjadikannya figur yang dihormati dan dicintai. Namanya tidak hanya terpatri dalam catatan sejarah, namun juga di hati mereka yang pernah bersentuhan dengan kebijakannya.

Hari ini, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Namun, warisan yang ditinggalkan Tanri Abeng akan terus hidup, menjadi inspirasi bagi siapapun yang bermimpi dan berjuang untuk memajukan bangsa. Di rumah duka di Jalan Simpruk Golf XIII, air mata dan doa akan menyertai perjalanan terakhirnya, mengiringi kepergian seorang tokoh besar yang telah menorehkan cerita panjang dalam lembaran sejarah negeri ini. Tanri Abeng, yang lahir pada 7 Maret 1942 di Selayar, Sulawesi Selatan, dikenal sebagai salah satu eksekutif terkemuka di Indonesia sebelum masuk ke dunia politik. Karier cemerlangnya di berbagai perusahaan multinasional membuatnya dijuluki “Manajer Satu Miliar”, mengacu pada gaji fantastis yang diterimanya saat itu—jumlah yang mengundang decak kagum dan inspirasi banyak kalangan.

Pada tahun 1998, di tengah badai krisis ekonomi yang melanda Indonesia, Tanri Abeng diangkat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan BUMN oleh Presiden Soeharto. Tugas berat menanti di pundaknya: menyelamatkan dan mengoptimalkan peran BUMN di tengah keterpurukan ekonomi. Dengan visi dan strategi yang matang, Tanri Abeng berhasil membawa angin segar bagi BUMN, mengubahnya menjadi entitas yang lebih efisien, transparan, dan kompetitif. Reputasinya sebagai menteri yang cakap dan berintegritas membuatnya terus dihormati meskipun era pemerintahannya telah lama berlalu.

Setelah masa jabatannya, Tanri Abeng tidak pernah benar-benar meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya. Ia aktif di berbagai organisasi, menjadi pembicara di berbagai forum nasional dan internasional, serta menulis buku-buku yang menjadi panduan penting dalam manajemen dan kepemimpinan. Keberadaannya selalu memberikan inspirasi, menunjukkan bahwa dedikasi dan kerja keras adalah kunci utama dalam meraih kesuksesan.

Kini, sosok yang begitu berjasa itu telah tiada. Namun, jejak langkahnya akan selalu dikenang dan dijadikan teladan. Dalam setiap kebijakan yang pernah diambilnya, terlihat jelas tekad dan semangat untuk memajukan negeri ini. Tanri Abeng tidak hanya meninggalkan warisan berupa perbaikan di sektor BUMN, tetapi juga nilai-nilai kepemimpinan yang kuat, integritas, dan keteguhan hati dalam menghadapi tantangan. Di rumah duka, saat keluarga dan sahabat berkumpul, mereka tidak hanya meratapi kepergian seorang tokoh besar, tetapi juga merayakan kehidupan yang penuh dengan pencapaian luar biasa.

Di balik kesederhanaan dan senyum hangatnya, Tanri Abeng adalah sosok yang gigih dan penuh determinasi. Kehilangan ini tentu meninggalkan duka yang mendalam, namun juga menyisakan kebanggaan akan segala yang telah ia capai. Indonesia berduka, tetapi juga berterima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan oleh Tanri Abeng. Perjuangan dan dedikasinya akan selalu menjadi semangat bagi generasi penerus untuk terus berkarya dan membangun negeri ini.

Tanri Abeng telah pergi, namun warisannya akan terus hidup. Dalam ingatan setiap orang yang pernah mengenalnya, dalam setiap langkah yang diambil oleh BUMN yang pernah ia reformasi, dan dalam setiap jiwa yang terinspirasi oleh kisah hidupnya. Selamat jalan, Tanri Abeng. Layar telah terkembang, dan engkau telah mencapai pelabuhan terakhir dengan segala kehormatan dan kebanggaan.

Tanri Abeng adalah seorang tokoh Indonesia yang dikenal luas dalam bidang manajemen dan bisnis. Berikut ini adalah ulasan tentang pendidikan dan karier Tanri Abeng:

Pendidikan

Sarjana Ekonomi

Tanri Abeng memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Makassar. Di sini, ia mengembangkan fondasi pengetahuan dalam bidang ekonomi yang menjadi dasar bagi kariernya di dunia bisnis.

Master of Business Administration (MBA)

Ia melanjutkan pendidikan ke tingkat pascasarjana dan meraih gelar MBA dari State University of New York, Buffalo, Amerika Serikat. Gelar ini memberinya wawasan internasional dan pemahaman mendalam tentang manajemen bisnis.

Karier

Awal Karier

Tanri Abeng memulai kariernya di PT Unilever Indonesia, di mana ia memegang berbagai posisi manajerial. Pengalaman ini memberinya pemahaman yang kuat tentang operasional perusahaan multinasional dan manajemen produk konsumsi.

Kepemimpinan di Perusahaan Besar

 Tanri kemudian bergabung dengan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (perusahaan bir Bintang), di mana ia menjabat sebagai Direktur Utama. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan ini mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama di perusahaan besar lainnya seperti PT British American Tobacco Indonesia.

Menteri Negara Pendayagunaan BUMN

Pada tahun 1998, Tanri Abeng diangkat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan BUMN di bawah pemerintahan Presiden B.J. Habibie. Dalam posisi ini, ia bertanggung jawab atas restrukturisasi dan reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Ini adalah peran penting di tengah masa transisi ekonomi dan politik di Indonesia.

Pengaruh dalam Pendidikan dan Konsultasi

Setelah berkarier di pemerintahan, Tanri Abeng juga aktif dalam bidang pendidikan dan konsultasi. Ia mendirikan Tanri Abeng University, sebuah institusi pendidikan tinggi yang bertujuan untuk menghasilkan pemimpin bisnis yang kompeten di Indonesia. Selain itu, ia sering menjadi pembicara dalam berbagai seminar dan konferensi tentang manajemen dan bisnis.

Peran di Perusahaan Lain

Tanri juga pernah menjabat sebagai Komisaris di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Telkom Indonesia dan PT Pertamina. Peran ini menunjukkan kepercayaan tinggi yang diberikan kepadanya dalam mengawasi dan memberikan arahan strategis bagi perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

Tanri Abeng adalah seorang profesional yang berpengalaman dan berpengaruh dalam dunia bisnis dan manajemen di Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman luas di berbagai perusahaan besar, ia telah memainkan peran penting dalam pengembangan sektor bisnis dan BUMN di Indonesia. Kontribusinya dalam pendidikan melalui Tanri Abeng University juga menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di bidang bisnis dan manajemen (***)

Berita Terkait

Top